ArTi TeMaN

Dulu aku pernah bilang kalau teman adalah orang yang bisa bertengkar dan tersenyum denganku. Yang akan mendebatku kalau aku salah (tampaknya dulu aku suka berdebat…^-^) yang tak sekedar pergi makan-makan denganku di kala senang, sahabat yang pkoke masyukk deh denganku.

Sekarang, walau pada dasarnya sama, teman memang bukan orang sembarangan bagiku. Kehadirannya bahkan bisa membuat hatiku berbunga-bunga, sampai segitunya…^–^ Kalau ia tak datang, raut wajahku langsung cesss.. dengan rona kecewa. Begitu. Karena aku mempunyai teman yang tak pernah melalaikan senyumnya untukku, aku sampai heran, nih orang nggak pernah sedih ya? Ternyata bukan demikian. Ia pun bisa sedih, tapi tak pernah ia keluhkan, kalaupun mengeluh bukan dengan intonasi mempermasalahkan, melainkan mencari jawaban, Subhanallah. Dari dia aku berlajar bahwa, kebahagiaan itu datang dari apa-apa yang disyukuri. Keluhan hanya akan membuat pekerjaan kita bertambah berat, padahal bisa jadi- hal itu dengan ringan diselesaikan tanpa mengeluh. Kata Rasulullah, siapa berteman dengan tukang minyak wangi akan mendapat sedikitnya bau wangi, dan yang berteman dengan pandai besi, setidaknya kena sedikit percik api. N4h, … bagiku sendiri, sebelumnya, memang ada kalanya aku merasa tak punya seseorang yang bisa kupanggil teman. Namun, ternyata kesalahanku adalah ketika aku telah berpikir demikian. Sebenarnya yang terjadi adalah, aku terlalu menuntut orang lain untuk datang dan menggapai tanganku lalu berkata, "Kita teman..". So, meski banyak orang di sekitarku- aku merasa sendirian T_T.

Akhirnya aku menyimpulkan, bukan orang lain, tapi akulah yang harus menggapai tangan mereka dan menyatakan, "Kita bersaudara…" Namun tak lupa, teman pun adalah manusia, yang terbatas dan punya urusan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Kata The Zikr ( apa Raihan ya?)


"Kasih manusia sering bermusim, sayang manusia tiada abadi
Kasih Tuhan tiada bertepi, sayang Tuhan, janjinya pasti!"


Meski manusia memang tak bisa jadi tumpuan, bercinta dan bersaudara itu sangat dianjurkan. Salah satu kelompok manusia yang dinaungi oleh Allah di akhirat nanti adalah orang-orang yang bertemu, saling mencintai dan mengasihi karena Allah. Baginda Rasul berkata, sampaikanlah kpdnya, kalau memang cinta seperti itu sudah ada dalam dadamu. Tapii… bukan cinta antar jenis lho yang dimaksud di sini, melainkan adanya keterikatan hati yang satu dengan yang lainnya semata-mata karena Allah Yang Menautkan, begitu.

"…dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat Baik kepadamu…" Q.S Al-Qashash 77

^-^ ***special for Ade n’ t May, semoga Allah membalasi kasih sayang kalian pdku. Buat Ida yang nggak punya Fs juga… pemudi yang luar biasa.

link: http://irynfadila.blogspot.com/2006/02/arti-teman.html

Leave a Reply