Archive for October, 2006

ArTi TeMaN

Saturday, October 14th, 2006

Dulu aku pernah bilang kalau teman adalah orang yang bisa bertengkar dan tersenyum denganku. Yang akan mendebatku kalau aku salah (tampaknya dulu aku suka berdebat…^-^) yang tak sekedar pergi makan-makan denganku di kala senang, sahabat yang pkoke masyukk deh denganku.

Sekarang, walau pada dasarnya sama, teman memang bukan orang sembarangan bagiku. Kehadirannya bahkan bisa membuat hatiku berbunga-bunga, sampai segitunya…^–^ Kalau ia tak datang, raut wajahku langsung cesss.. dengan rona kecewa. Begitu. Karena aku mempunyai teman yang tak pernah melalaikan senyumnya untukku, aku sampai heran, nih orang nggak pernah sedih ya? Ternyata bukan demikian. Ia pun bisa sedih, tapi tak pernah ia keluhkan, kalaupun mengeluh bukan dengan intonasi mempermasalahkan, melainkan mencari jawaban, Subhanallah. Dari dia aku berlajar bahwa, kebahagiaan itu datang dari apa-apa yang disyukuri. Keluhan hanya akan membuat pekerjaan kita bertambah berat, padahal bisa jadi- hal itu dengan ringan diselesaikan tanpa mengeluh. Kata Rasulullah, siapa berteman dengan tukang minyak wangi akan mendapat sedikitnya bau wangi, dan yang berteman dengan pandai besi, setidaknya kena sedikit percik api. N4h, … bagiku sendiri, sebelumnya, memang ada kalanya aku merasa tak punya seseorang yang bisa kupanggil teman. Namun, ternyata kesalahanku adalah ketika aku telah berpikir demikian. Sebenarnya yang terjadi adalah, aku terlalu menuntut orang lain untuk datang dan menggapai tanganku lalu berkata, "Kita teman..". So, meski banyak orang di sekitarku- aku merasa sendirian T_T.

Akhirnya aku menyimpulkan, bukan orang lain, tapi akulah yang harus menggapai tangan mereka dan menyatakan, "Kita bersaudara…" Namun tak lupa, teman pun adalah manusia, yang terbatas dan punya urusan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Kata The Zikr ( apa Raihan ya?)


"Kasih manusia sering bermusim, sayang manusia tiada abadi
Kasih Tuhan tiada bertepi, sayang Tuhan, janjinya pasti!"


Meski manusia memang tak bisa jadi tumpuan, bercinta dan bersaudara itu sangat dianjurkan. Salah satu kelompok manusia yang dinaungi oleh Allah di akhirat nanti adalah orang-orang yang bertemu, saling mencintai dan mengasihi karena Allah. Baginda Rasul berkata, sampaikanlah kpdnya, kalau memang cinta seperti itu sudah ada dalam dadamu. Tapii… bukan cinta antar jenis lho yang dimaksud di sini, melainkan adanya keterikatan hati yang satu dengan yang lainnya semata-mata karena Allah Yang Menautkan, begitu.

"…dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat Baik kepadamu…" Q.S Al-Qashash 77

^-^ ***special for Ade n’ t May, semoga Allah membalasi kasih sayang kalian pdku. Buat Ida yang nggak punya Fs juga… pemudi yang luar biasa.

link: http://irynfadila.blogspot.com/2006/02/arti-teman.html

Sepulang Ngaji Tafsir di Pak Muslim

Saturday, October 14th, 2006

Ini sebenarnya posting lama yang ada di Blogger-ku. Tapi karena aku lagi rindu berat deNgan Pak Muslim, ku-post lagi di sini.

"Kini anak-anak Surau (tempat aku tinggal) rutin mengaji di rumah Pak Muslim (guru ngaji dan pembina kami yang tawadhu-semoga Allah merahmati dan meridhai beliau selalu) setiap Sabtu-sebelumnya Rabu dan Sabtu.
Hari itu, tanggal 21 Jan 06, beliau menjelaskan bahwa Allah tidak Membalasi kecuali apa yang seseorang lakukan (perbuatan/ta’malun), bukan apa-apa yang ia ketahui (ilmu/ta’lamun).
Ehm, padahal aku selalu-sebelumnya-berpikir, sudah cukup kalau aku tahu sesuatu, trus aku tulis. udah.
Tapi apa yang beliau katakan sungguh menyindir (hehe-ngerasa sendiri). Kalo gitu benarlah bahwa tak ada prinsi ngomong doank dalam hidup ini! T__T "

http://irynfadila.blogspot.com/2006/02/sepulang-ngaji-tafsir-di-pak-muslim.html

Jalan Keluar dari Masalah

Saturday, October 14th, 2006

Setiap manusia yang hidup, pasti membawa masalahnya sendiri-sendiri. Hanya saja umumnya kita sering merasa paling susah sendiri, paling malang sedunia, ketika kita yang menemukan masalah. Udara yang segar terasa begitu menyesakkan, taman-taman yang hijau seolah hilang dari pandangan dan langit biru seolah menjadi abu, hilang keindahannya. Senyuman ramah dari oranglain seperti senyuman hambar dan ala kadarnya bagi kita. Tatapan orang-orang di jalan seperti menyudutkan, Ke manapun berjalan, terasa sempit dan sesak. Wah!

Di saat seperti ini, coba berhentilah sejenak, dan diamlah. Perhatikan orang-orang di sekitarmu untuk beberapa saat. Mamamu, papamu, adik atau kakak, nenek kakek, paman bibi, teman-teman terdekat, atau siapa saja. Apa kamu sering melupakan masalah apa yang mereka temui dalam kesehariannya? Mungkin mereka punya cara yang beragam dalam mengekspresikan bahwa mereka sedang punya masalah. Ada yang tenang, ada yang diam, ada yang menyendiri, ada yang cemberut, ada yang jadi banyak tertawa dan bercanda, ada pula yang membanting apa saja yang ada di dekatnya, Wah! Coba tengok, bagaimana cara mereka untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi, lalu apa yang terjadi. Bisakah kamu mengambil pelajaran dari keadaan mereka?

Ketika manusia diberi masalah, ini artinya ia masih dikaruniai dengan tantangan untuk dapat meningkatkan diri lagi dan lagi. Karena dengan atau tanpa sadar, ketika seseorang berhasil mengatasi masalah yang menghampirinya, maka peluangnya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya pun terbuka. O, ya. Yang penting dari yang terpenting adalah, mintalah kepada Allah untuk membukakan kemudahan di setiap urusanmu. Mudah-mudahan segala yang kamu kerjakan bernilai pahala dan mengangkatmu ke derajat mulia di sisi-Nya.

Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (Q.S. Al-Insyirah: 5-8)

link: http://irynfadila.blogspot.com/

Dilarang ‘Ember’!

Saturday, October 14th, 2006

Shhhthumb

Siapa tuh, yang suka jadi biang gosip? Siapa tuh, yang suka sekali berburuk sangka? Siapa tuh, yang hobi mencari-cari keburukan oranglain lalu dengan lezat mengobralnya? Siapa tuh, yang suka mengolok-olok teman maupun lawan? Siapa tuh, yang merasa bahagia kalau bisa menyakiti oranglain dengan kata-kata yang merendahkan dan menghina? Siapa tuh, yang suka mengadu domba dan senang kalau oranglain jadi bahan lelucon ataupun permainan?

Semoga bukan kamu.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Hujurat: 11-12)

[1409]  Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh.

[1410]  panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.

link: http://irynfadila.blogspot.com/

SebUah KisaH dari Al-KahFi

Friday, October 13th, 2006

Dan berikanlah kepada mereka[880] sebuah perumpamaan dua orang laki-laki[881], kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu, Dan dia mempunyai kekayaan besar, Maka ia Berkata kepada Kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia: "Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat"

Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri[882]; ia berkata: "Aku kira kebun Ini tidak akan binasa selama-lamanya,

Dan Aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya Aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti Aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu".

Kawannya (yang mukmin) Berkata kepadanya - sedang dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes air mani, lalu dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?

Tetapi Aku (percaya bahwa): dialah Allah, Tuhanku, dan Aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku. Dan Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu "Maasyaallaah, Laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua Ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). sekiranya kamu anggap Aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,

Maka Mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik dari pada kebunmu (ini); dan Mudah-mudahan dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu; hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin;

Atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, Maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi".

Dan harta kekayaannya dibinasakan; lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata: "Aduhai kiranya dulu Aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku".

Dan tidak ada bagi dia segolonganpun yang akan menolongnya selain Allah; dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya. Di sana pertolongan itu Hanya dari Allah yang Hak. dia adalah sebaik-baik pemberi pahala dan sebaik-baik pemberi balasan.

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang kami turunkan dari langit, Maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, Kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

[880]  yaitu: kepada orang-orang mukmin dan orang-orang kafir.

[881]  yaitu: dua orang Yahudi yang seorang mukmin dan yang lain kafir.

[882]  yaitu: dengan keangkuhan dan kekafirannya.

                                                                                                                                               Q.S Al-Kahfi 32-46

Kisah ini pertama kali kali kuceritakan pada temanku Ade, dan setelah membaca ini yang terlintas di pikiranku adalah, “De, ternyata Bandung yang sangat dingin, sejuk, indah, banyak air, mudah saja bagi Allah untuk membuatnya sangat panas, tidak nyaman, banyak debu dan tak mempunyai air, hingga surut ke dasar tanah dan harus dibor dulu untuk mendapatkannya.”

Allah Maha kuasa untuk Mengaruniai seseorang ataupun sebuah kota atau sebuah bangsa dengan nikmat yang melimpah-limpah, namun jika Ia Berkehendak untuk Menghilangkannya, mudah sekali. Ini bisa berupa alam, bisa jadi ilmu, teknologi dan pengetahuan, bisa jadi harta, ketampanan dan kecantikan dan sebagainya. Ketika kita menjadi sombong karenanya, ketika kita menjadi angkuh karenanya, ketika kita tak bersyukur atas segalanya atau tidak memanfaatkan demi kebaikan yang banyak.                     

Wangi YanG MengUndAng

Friday, October 13th, 2006

Akhir-akhir ini aku mencium bau wangi yang sama di mana-mana. Salah seorang kenalanku menggunakan wangian ini, lalu di jalan-jalan aku mencium bau yang sama, di pasar… Aku jadi bertanya-tanya, ini parfum apa ya? Kok aku menciumnya di mana-mana. Apakah ini parfum best-seller belakangan ini? Rasanya agak nggak mungkin juga, karena nggak ada istilah parfum best-seller ^__^;

Hari ini, di asramaku ada juga yang tercium darinya wangi ini, lalu kutembak dia, “Ini wangi apa sih? Kok aku terus menerus menciumnya di mana-mana?”

Yang kutanya kaget dan tertawa, “Biasa aja.” Jawabnya, “Ini parfum isi ulang kok, Ni…” lalu ia menyebutkan nama untuk parfum ini (rahasia, ya! Soalnya bukan lagi ngiklanin produk ^-^).

Subhanallah, ini Ramadahan pertama di mana aku mencium dan menyimak satu wangi yang sangat enak di mana-mana. Jadi kali ini Ramadhan sangat harum bagiku ^_^ …he he he … alhamdulillah.

JiLbaB PerdaNa

Friday, October 13th, 2006

Muslimah1r

Ramadhan, Alhamdulillah aku masih bernafas hingga hari keduapuluh satu ini. Eum, ada beberapa cerita spesial yang kulalui di bulan ini. Sebagaimana Rasululah dan orang-orang yang sangat ingin mendapat ampunan Allah sangat mencintai dan menyukai bulan ini, aku baru belajar mengejar segala ke-spesial-an Ramadahan sejak beberapa tahun lalu.

Salah satunya, perihal JiLbab PerdaNa. Bicara tentang jiLbab PerdaNa, semua anak perempuan yang baru belajar mengenal Islam pasti punya cerita masing-masing yang dirasakan khusus. Begitu juga yang kurasakan. Kisah ini sudah diketahui oleh beberapa sahabat yang benar-benar dekat denganku. Sekarang, aku akan bercerita pada siapapun yang yang mau mengambil hikmahnya.

Nah, cerita ini terjadi saat aku duduk di bangku kelas 2 di SMU, tahun 2000 silam. Hatiku begitu berdebur dan gelisah. Aku belum menutup seluruh tubuh yang menjadi kewajibanku, aku sudah tahu, tapi masih belum berani mengambil keputusan seperti memakai jilbab seperti seorang temanku, Nina.

Namun entah  mengapa, aku merasa sangat resah. Bahkan sangat bersedih hati melihat kedua lenganku yang masih terbuka di depan orang-orang yang kuanggap tak berhak melihatnya. Untuk pertama kalinya, aku menangis melihat baju-baju berlengan pendek saat aku mencuci. Aneh, sekaligus menyentuh. Karena itu pertama kali aku merasa begitu berdosa pada diriku sendiri. “Maaf, aku belum menutupimu dari yang tak berhak melihatnya…”

Hmh, lalu kusampaikan keinginanku yang telah menjadi azam kepada mama, tapi pada awalnya, ini sangat tidak mudah. Mama tak setuju waktu itu. Demikian pula Apa, tak mengiyakan permohonanku. Aku menangis dan marah pada keduanya. “Anak ingin nutup aurat kok nggak boleh?!” protesku.

Keras pasti dibalasi kekerasan, karena caraku yang kurang santun, mamaku malah jadi emosi, “Bukan nggak boleh, tapi tidak sekarang! Nanti kalau sudah lulus SMU, mau pakai jilbab, pakailah. Mama jahitin baju-bajunya nanti. Sekarang baju seragammu yang banyak itu mau diapakan? Lagian daripada nanti pas sudah tua, baru pengen bergaya kayak anak muda, mending sekarang lagi muda, sepuasnya bergaya ala anak muda!” pendapat beliau waktu itu. Aku diam, tak setuju. Dalam hati ini aku membantah, “Bagaimana kalau nyawaku diambilnya sekarang? Apa masih ada waktu sampai aku jadi wanita tua yang baru ingin taubat?”

Hari berlalu, dan aku mengalah untuk dua minggu. Sempat terbetik rasa ragu dalam hatiku tentang hukum menutup aurat ini, maka akhirnya aku pergi menemui guru agamaku di sekolah, Pak Katno. Aku bertanya padanya, bagaimana sebenarnya hukum menutup aurat ini, apakah hukum mengerjakan sholat fardhu dan menutup aurat itu sama wajibnya. Beliau menjawab, “Benar.” Lalu kutanyakan lagi, apakah kalau aku tidak menutup aurat sebagaimana diperintahkan dalam An-Nur 31 dan Al-Ahzab 59, sama dengan berdosanya kalau aku meninggalkan sholat fardhu. Beliau menjawab, “Tentu saja.” Aku menjadi semakin gelisah.

Aku mengecek berkali-kali di Quran terjemahan yang kumiliki. Memang benar, perintah sholat diserukan di banyak surat, dan ini wajib bagi semua muslim. Tetapi bagi puasa, sedekah, ibadah, muamalah (amal/kegiatan sehari-hari) dan hal menutup aurat, Allah Menyeru manusia dengan menggunakan, “Hai Orang-orang yang beriman…”, dan “Katakanlah kepada wanita yang beriman…” serta “Hai nabi, katakanlah kepada … istri-istri kaum mukmin…”

Hal ini bagiku berarti, saat itu aku telah meninggalkan sebuah kewajiban yang sebelumnya tak kutahu, namun kini aku sudah tahu, masihkah akan tidak melaksanakannya? Dan kalau aku merasa sebagai orang beriman ketika diseru untuk berpuasa lalu aku berpuasa, lantas mengapa tidak merasa sebagai wanita beriman ketika diseru untuk menutup aurat lalu menutup aurat yang mesti ditutup?

Tidak ada yang membuatku merasa terdesak untuk mengenakan jilbab, sekalipun itu mentorku, ataupun kakak tingkat yang saat itu sedang giat mendakwahi kami untuk menutup aurat. Tidak juga janji terhadap siapapun, seperti yang pernah diduga oleh beberapa teman. Niat ini pun sudah ada sebenarnya sejak aku masih SMP, hanya saja ilmuku belum memadai, selain sekedar keinginan saja untuk memakai jilbab.

Namun akhirnya, saat malam pertama Ramadhan 1421 H berkumandang di paruh akhir tahun itu, aku sudah bertekad mengenakan jilbabku untuk seumur hidup. Banyak janji tergumam dalam hatiku. Dan aku ingin berubah, ingin berubah, ingin berubah, menjadi lebih baik. Orangtuaku belum tahu keputusan ini, hingga pagi hari, siang dan sore, aku berjalan-jalan keluar rumah dengan mengenakan jilbab putih yang dibelikan mama ketika pesantren kilatku di kelas 3 SMP. Alhamdulillah. Sampai hari berikutnya, mama tak melarangku untuk mengenakannya saat pergi belanja ke pasar dengan beliau. Bagiku, ini sama dengan ACC menutup auratku. Alhamdulillah, mamalah yang kemudian menjahitkan pakaian-pakaian sekolahku yang baru. Subhanallah, Maha suci Allah Yang membuka hatiku dan hati kedua orangtuaku.

Sekarang aku, mama dan adik perempuanku nomor dua sudah menutup aurat, masih ada adik perempuan bungsuku yang perlu dibimbing untuk menutup aurat ini (Siapapun yang membaca cerita ini, mohon doakan kami yaaa!)                                                                                  

Yang kupahami tentang hal ini adalah, menutup aurat adalah garis start, sedang perjuangan memperbaiki diri itu sangat panjang. Menutup aurat adalah modal, sedang berikutnya aku harus memperkaya diri dengan ilmu dan aplikasi. Menutup aurat yang dikatakan menjadi ciri wanita shalihah itu semoga menjadi kebenaran. Menutup aurat sebagai pembatas antara aku dan kemaksiatan, dan malu terhadap batas itu. Dan menutup aurat, menjadi bahan untuk mengevaluasi diri ketika lalai dan salah.

Rabbana, laatuzigh kulubana, ba’daidz hadaitana, wahablana, mila dunka rahmatan, innaka antal wahab…       

linkhttp://irynfadila.blogspot.com/

TentAng PetuNjuk

Friday, October 13th, 2006

Orang-orang yang bertanya-tanya tentang ada atau tidaknya petunjuk dalam kehidupan ini, mereka mencari dan terus mencari, di mana kebenaran itu, di mana petunjuk itu, dan apa hakikat hidup itu. Ada yang berhasil menemukannya, selayak Cat Steven yang berhijrah menjadi Yususf Islam, kini dia terkenal tak lagi sebagai artis saja, melainkan seorang muslim juga. Adapun di tempat lain, ada yang telah menggengam kitab-kitab yang dikumpulkan dari perintah Tuhannya. Sayangnya, mereka hanya membawanya ke mana-mana, tanpa membacanya, sedang mereka merasa sangat bangga dengan membawanya saja. Sehingga ketika kitab terakhir turun ke bumi, mereka tak menerimanya, padahal kabar tentang turunnya kitab terakhir ini, telah tertulis jelas dalam kitab-kitab mereka. Di tempat lain, ada yang telah membaca kitab-kitab berisi petunjuk itu.. Sebagian besar mendustakannya dan menjadikannya bahan ejekan, sebagian lagi memahmi dan mengerti isinya, tapi tak punya keinginan untuk melaksankannya. Ada yang sangat buruk, mereka paham, namun lalu mengubah isi kitab itu sesuai nafsunya. Hingga kitab itu tak lagi suci…

link:  http://irynfadila.blogspot.com/

FinaLLy

Friday, October 13th, 2006

Finally I make My own Fs Blog. Eventhough I have many bloGs, I was not having willing to make my own blog in this siTe. I resUme all my blogs in tHis new Blog.

Kategori seRba- seRbi  & hIkmah. Mudah-mudahan Bermanfaat^_^ ; !!!