BeTapa BahaGia Menjadi MusLim

June 6th, 2007 by lee-hikmah

Tidak sedikit manusia yang sekedar lahir ke dunia, lalu menjalani hidupnya dan terbebani oleH umur dan aktifitas yang dilaluinya. Bisa jadi, dia memiliki cita-cita besar, teman yang banyak, harta berlimpah, berbuat kebajikan… Namun pa dirinya terdapat rasa ‘rindu’ dan ‘haus’ akan sesuatu. Apakah itu gerangan? Hatinya bertanya-tanya dengan heraN.

ItuLah Panduan hidup dan ‘bimbingan’ dari Yang telah Menciptakannya. Ketika ia tak mengetahui bagaimana harus menemukannya, maka percayalah. Bahwa dirinya sangat merindukan hal yang hilang ini. Jiwanya berontak dan gelisah, bertanya-tanya tentang, "Bagaimanakah harus kulalui umurku ini?"

Maka beruntunglah seorang muslim, yang ia telah mampu menemukan jati dirinya, lalu memohon bimbingan pada Yang Menjadikannya manusia berakal, bermata, berpendengaran, dan memiliki hati. Agar ia berSyukur.

Pun RAsuL MeminTa Maaf

May 14th, 2007 by lee-hikmah

SerinGkali, meminTa maaf atas kesalahan dan kehilafan yang kita perbuat terasa Begitu berat di hati. Meminta maaf benar-benar seperti melukai harga diri. Tapi Bahkan seorang Rasul yang mulia meminta maaf ketika ia tersalah. Seperti yang bisa dibaca dari surat Abasa. Rasulullah bahkan selalu memeluk hangat orang tersebut ketika bertemu di kemuadian hari dan berkata, "Inilah orangnya, yang membuat aku ditegur oleh Allah…" Teguran dari Pencipta ini justru berarti limpahan Kasih sayang-Nya bagi Rasulullah. Lalu mengapa manusia biasa seperti kiTa seringkali menjadi congkak?

SHaLaT BerJamaaH Yuu..!

April 28th, 2007 by lee-hikmah

Di dalam IsLam, sangat diutamakan pekerjaan bersama, ibadah bersama, amal yang dilakukan bersama ketimbang sendirian. Dalam shalat berjamaah misalnya, seorang imam dan makmum adalah sinkronisasi paling bagus dari sebuah model kepemimpinan.

Ketika seorang imam takbiratul ihram, semua makmum pun takbiratul ihram. Ketika imam ruku’ dan sujud maka makmum pun ikut dengan taat. Akan tetapi ketika imam terlupa rakaat, maka makmumnya lah yang memberi tahu, ketika imam salah dalam membaca surat, makmum lah yang harus memberi isyarat. Sistem taat dan koreksi yang seimbang.

Ketika makmum taat, itu artinya imam memang benar dalam memimpin, runtut urutan shalatnya. Namun tidak ada taat dalam kesalahan, makmum memberi koreksi. Artinya makmum harus mempunyai pengetahuan yang setidaknya menyamai pemimpinnya, sehingga ketika imam salah dalam membaca surat hapalannya, makmum dapat segera memberi koreksi.

Kendati orang Tak tahu

April 28th, 2007 by lee-hikmah

Abu Bakar r.a berdoa, "Ya Allah, maafkanlah atas apa yang mereka tidak ketahui atas diriku. Dan Jadikanlah aku lebih baik dari yang mereka sangkakan

Ini adalah motivasi agar kita beramal dan berbuat baik tak memandang tempat ataupun harus diketahui orang lain.

ArTi TeMaN

October 14th, 2006 by lee-hikmah

Dulu aku pernah bilang kalau teman adalah orang yang bisa bertengkar dan tersenyum denganku. Yang akan mendebatku kalau aku salah (tampaknya dulu aku suka berdebat…^-^) yang tak sekedar pergi makan-makan denganku di kala senang, sahabat yang pkoke masyukk deh denganku.

Sekarang, walau pada dasarnya sama, teman memang bukan orang sembarangan bagiku. Kehadirannya bahkan bisa membuat hatiku berbunga-bunga, sampai segitunya…^–^ Kalau ia tak datang, raut wajahku langsung cesss.. dengan rona kecewa. Begitu. Karena aku mempunyai teman yang tak pernah melalaikan senyumnya untukku, aku sampai heran, nih orang nggak pernah sedih ya? Ternyata bukan demikian. Ia pun bisa sedih, tapi tak pernah ia keluhkan, kalaupun mengeluh bukan dengan intonasi mempermasalahkan, melainkan mencari jawaban, Subhanallah. Dari dia aku berlajar bahwa, kebahagiaan itu datang dari apa-apa yang disyukuri. Keluhan hanya akan membuat pekerjaan kita bertambah berat, padahal bisa jadi- hal itu dengan ringan diselesaikan tanpa mengeluh. Kata Rasulullah, siapa berteman dengan tukang minyak wangi akan mendapat sedikitnya bau wangi, dan yang berteman dengan pandai besi, setidaknya kena sedikit percik api. N4h, … bagiku sendiri, sebelumnya, memang ada kalanya aku merasa tak punya seseorang yang bisa kupanggil teman. Namun, ternyata kesalahanku adalah ketika aku telah berpikir demikian. Sebenarnya yang terjadi adalah, aku terlalu menuntut orang lain untuk datang dan menggapai tanganku lalu berkata, "Kita teman..". So, meski banyak orang di sekitarku- aku merasa sendirian T_T.

Akhirnya aku menyimpulkan, bukan orang lain, tapi akulah yang harus menggapai tangan mereka dan menyatakan, "Kita bersaudara…" Namun tak lupa, teman pun adalah manusia, yang terbatas dan punya urusan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Kata The Zikr ( apa Raihan ya?)


"Kasih manusia sering bermusim, sayang manusia tiada abadi
Kasih Tuhan tiada bertepi, sayang Tuhan, janjinya pasti!"


Meski manusia memang tak bisa jadi tumpuan, bercinta dan bersaudara itu sangat dianjurkan. Salah satu kelompok manusia yang dinaungi oleh Allah di akhirat nanti adalah orang-orang yang bertemu, saling mencintai dan mengasihi karena Allah. Baginda Rasul berkata, sampaikanlah kpdnya, kalau memang cinta seperti itu sudah ada dalam dadamu. Tapii… bukan cinta antar jenis lho yang dimaksud di sini, melainkan adanya keterikatan hati yang satu dengan yang lainnya semata-mata karena Allah Yang Menautkan, begitu.

"…dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat Baik kepadamu…" Q.S Al-Qashash 77

^-^ ***special for Ade n’ t May, semoga Allah membalasi kasih sayang kalian pdku. Buat Ida yang nggak punya Fs juga… pemudi yang luar biasa.

link: http://irynfadila.blogspot.com/2006/02/arti-teman.html

Sepulang Ngaji Tafsir di Pak Muslim

October 14th, 2006 by lee-hikmah

Ini sebenarnya posting lama yang ada di Blogger-ku. Tapi karena aku lagi rindu berat deNgan Pak Muslim, ku-post lagi di sini.

"Kini anak-anak Surau (tempat aku tinggal) rutin mengaji di rumah Pak Muslim (guru ngaji dan pembina kami yang tawadhu-semoga Allah merahmati dan meridhai beliau selalu) setiap Sabtu-sebelumnya Rabu dan Sabtu.
Hari itu, tanggal 21 Jan 06, beliau menjelaskan bahwa Allah tidak Membalasi kecuali apa yang seseorang lakukan (perbuatan/ta’malun), bukan apa-apa yang ia ketahui (ilmu/ta’lamun).
Ehm, padahal aku selalu-sebelumnya-berpikir, sudah cukup kalau aku tahu sesuatu, trus aku tulis. udah.
Tapi apa yang beliau katakan sungguh menyindir (hehe-ngerasa sendiri). Kalo gitu benarlah bahwa tak ada prinsi ngomong doank dalam hidup ini! T__T "

http://irynfadila.blogspot.com/2006/02/sepulang-ngaji-tafsir-di-pak-muslim.html

Jalan Keluar dari Masalah

October 14th, 2006 by lee-hikmah

Setiap manusia yang hidup, pasti membawa masalahnya sendiri-sendiri. Hanya saja umumnya kita sering merasa paling susah sendiri, paling malang sedunia, ketika kita yang menemukan masalah. Udara yang segar terasa begitu menyesakkan, taman-taman yang hijau seolah hilang dari pandangan dan langit biru seolah menjadi abu, hilang keindahannya. Senyuman ramah dari oranglain seperti senyuman hambar dan ala kadarnya bagi kita. Tatapan orang-orang di jalan seperti menyudutkan, Ke manapun berjalan, terasa sempit dan sesak. Wah!

Di saat seperti ini, coba berhentilah sejenak, dan diamlah. Perhatikan orang-orang di sekitarmu untuk beberapa saat. Mamamu, papamu, adik atau kakak, nenek kakek, paman bibi, teman-teman terdekat, atau siapa saja. Apa kamu sering melupakan masalah apa yang mereka temui dalam kesehariannya? Mungkin mereka punya cara yang beragam dalam mengekspresikan bahwa mereka sedang punya masalah. Ada yang tenang, ada yang diam, ada yang menyendiri, ada yang cemberut, ada yang jadi banyak tertawa dan bercanda, ada pula yang membanting apa saja yang ada di dekatnya, Wah! Coba tengok, bagaimana cara mereka untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi, lalu apa yang terjadi. Bisakah kamu mengambil pelajaran dari keadaan mereka?

Ketika manusia diberi masalah, ini artinya ia masih dikaruniai dengan tantangan untuk dapat meningkatkan diri lagi dan lagi. Karena dengan atau tanpa sadar, ketika seseorang berhasil mengatasi masalah yang menghampirinya, maka peluangnya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya pun terbuka. O, ya. Yang penting dari yang terpenting adalah, mintalah kepada Allah untuk membukakan kemudahan di setiap urusanmu. Mudah-mudahan segala yang kamu kerjakan bernilai pahala dan mengangkatmu ke derajat mulia di sisi-Nya.

Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (Q.S. Al-Insyirah: 5-8)

link: http://irynfadila.blogspot.com/

Dilarang ‘Ember’!

October 14th, 2006 by lee-hikmah

Shhhthumb

Siapa tuh, yang suka jadi biang gosip? Siapa tuh, yang suka sekali berburuk sangka? Siapa tuh, yang hobi mencari-cari keburukan oranglain lalu dengan lezat mengobralnya? Siapa tuh, yang suka mengolok-olok teman maupun lawan? Siapa tuh, yang merasa bahagia kalau bisa menyakiti oranglain dengan kata-kata yang merendahkan dan menghina? Siapa tuh, yang suka mengadu domba dan senang kalau oranglain jadi bahan lelucon ataupun permainan?

Semoga bukan kamu.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Hujurat: 11-12)

[1409]  Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh.

[1410]  panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.

link: http://irynfadila.blogspot.com/

SebUah KisaH dari Al-KahFi

October 13th, 2006 by lee-hikmah

Dan berikanlah kepada mereka[880] sebuah perumpamaan dua orang laki-laki[881], kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu kami buatkan ladang. Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu, Dan dia mempunyai kekayaan besar, Maka ia Berkata kepada Kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia: "Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat"

Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri[882]; ia berkata: "Aku kira kebun Ini tidak akan binasa selama-lamanya,

Dan Aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya Aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti Aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu".

Kawannya (yang mukmin) Berkata kepadanya - sedang dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes air mani, lalu dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?

Tetapi Aku (percaya bahwa): dialah Allah, Tuhanku, dan Aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku. Dan Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu "Maasyaallaah, Laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua Ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). sekiranya kamu anggap Aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,

Maka Mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik dari pada kebunmu (ini); dan Mudah-mudahan dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu; hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin;

Atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, Maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi".

Dan harta kekayaannya dibinasakan; lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata: "Aduhai kiranya dulu Aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku".

Dan tidak ada bagi dia segolonganpun yang akan menolongnya selain Allah; dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya. Di sana pertolongan itu Hanya dari Allah yang Hak. dia adalah sebaik-baik pemberi pahala dan sebaik-baik pemberi balasan.

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang kami turunkan dari langit, Maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, Kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

[880]  yaitu: kepada orang-orang mukmin dan orang-orang kafir.

[881]  yaitu: dua orang Yahudi yang seorang mukmin dan yang lain kafir.

[882]  yaitu: dengan keangkuhan dan kekafirannya.

                                                                                                                                               Q.S Al-Kahfi 32-46

Kisah ini pertama kali kali kuceritakan pada temanku Ade, dan setelah membaca ini yang terlintas di pikiranku adalah, “De, ternyata Bandung yang sangat dingin, sejuk, indah, banyak air, mudah saja bagi Allah untuk membuatnya sangat panas, tidak nyaman, banyak debu dan tak mempunyai air, hingga surut ke dasar tanah dan harus dibor dulu untuk mendapatkannya.”

Allah Maha kuasa untuk Mengaruniai seseorang ataupun sebuah kota atau sebuah bangsa dengan nikmat yang melimpah-limpah, namun jika Ia Berkehendak untuk Menghilangkannya, mudah sekali. Ini bisa berupa alam, bisa jadi ilmu, teknologi dan pengetahuan, bisa jadi harta, ketampanan dan kecantikan dan sebagainya. Ketika kita menjadi sombong karenanya, ketika kita menjadi angkuh karenanya, ketika kita tak bersyukur atas segalanya atau tidak memanfaatkan demi kebaikan yang banyak.                     

Wangi YanG MengUndAng

October 13th, 2006 by lee-hikmah

Akhir-akhir ini aku mencium bau wangi yang sama di mana-mana. Salah seorang kenalanku menggunakan wangian ini, lalu di jalan-jalan aku mencium bau yang sama, di pasar… Aku jadi bertanya-tanya, ini parfum apa ya? Kok aku menciumnya di mana-mana. Apakah ini parfum best-seller belakangan ini? Rasanya agak nggak mungkin juga, karena nggak ada istilah parfum best-seller ^__^;

Hari ini, di asramaku ada juga yang tercium darinya wangi ini, lalu kutembak dia, “Ini wangi apa sih? Kok aku terus menerus menciumnya di mana-mana?”

Yang kutanya kaget dan tertawa, “Biasa aja.” Jawabnya, “Ini parfum isi ulang kok, Ni…” lalu ia menyebutkan nama untuk parfum ini (rahasia, ya! Soalnya bukan lagi ngiklanin produk ^-^).

Subhanallah, ini Ramadahan pertama di mana aku mencium dan menyimak satu wangi yang sangat enak di mana-mana. Jadi kali ini Ramadhan sangat harum bagiku ^_^ …he he he … alhamdulillah.